Jakarta – Semakin populernya situs KawalPemilu.org yang melaporkan hasil perhitungan suara Pilpres 2014 secara digital rupanya mendapat tanggapan dari para hacker. Namun sayangnya para hacker ini justru mencoba menyerang situs KawalPemilu.org.

Ainun Nadjib, pengelola situs Kawal Pemilu, menjelaskan kepada Tempo.co, Rabu (16/7/2014), bahwa “timnya masih bertempur melawan serbuan ratusan peretas yang hanya dihadapi oleh lima orang tim pengaman situs. “Kami berlima melawan ratusan seperti perang Pandawa versus Kurawa.”

Menurut Ainun, lulusan Computer Engineering Nanyang Technological University (NTU) Singapura dan pernah menjadi juara olimpiade Matematika ini, serangan-serangan ke KawalPemilu.org bertujuan membuat sistem situs down. Namun datanya aman, karena database-nya nggak ada di situ, ada di tempat lain.”

Serangan ratusan hacker ke situs Kawal Pemilu bisa ditangani berkat bantuan teman-teman Ainun. Dua teman progammer dari Silicon Valley yang langsung menangani para peretas, sedangkan 3 orang hacker putih temannya bersiap-siap.

Seperti diketahui, website KawalPemilu.org mendapat bantuan dari sekitar 700 relawan terpilih untuk membantu mendapat data scan form C1 yang dipublish oleh situs KPU yang kemudian dibuat versi digital oleh Kawal Pemilu.

Dihalaman situsnya, KawalPemilu.org membuat beberapa disclaimer diantaranya, “Website ini adalah bukan website resmi KPU dan angka bukan merupakan perhitungan resmi dari KPU.”

Sampai siang ini, Kamis (17/7/2014) sekitar pukul 12.52 WIB, situs kawalpemilu.org, sudah menyelesaikan sekitar 95% perhitungan suara pilpres yang berlangsung tanggal 9 Juli 2014 lalu antara Prabowo-Hatta vs Jokowi-JK dari hasil rekapitulasi scan formulir C1 KPU.

1 COMMENT

  1. Jalan terus perang melawan anti-demokrasi. Anda bekerja berdasarkan data formal KPU dan membantu kita semua yang sama-sama ingin mengawal demokrasi di Indonesia.

LEAVE A REPLY