Memasuki bulan Ramadan, umat Muslim di seluruh dunia saat ini sedang menunaikan ibadah puasa. Untuk membantu penderita diabetes menjaga kesehatannya selama puasa, program Be He@lthy Be Mobile memperkenalkan aplikasi baru bernama mRamadan. Saat ini, aplikasi mRamadan sedang diujicobakan pertamakalinya di Senegal – Dakar, demikian dilaporkan VOA News (2/7/2014).

Program Be He@lthy Be Mobile merupakan inisiatif bersama antara World Health Organization (WHO) dengan International Telecommunication Union untuk membantu negara-negara memerangi penyakit yang tidak menular. Melalui aplikasi mRamadan, penderita diabetes di Senegal kini menerima secara gratis pesan teks harian yang berisi rekomendasi untuk berpuasa, sebelum, selama dan setelah bulan suci Ramadan.

Tujuan aplikasi mobile mRamadan adalah membantu penderita diabetes di Senegal agar mampu mengatasi penyakitnya dan mengurangi jumlah pasien rawat inap darurat di rumah sakit yang biasanya memuncak selama Ramadan.

Menurut seorang profesor kedokteran internal dan diabetology yang bekerja di Marc Sankale National Diabetes Center di Dakar, penderita diabetes menghadapi sejumlah resiko komplikasi selama berpuasa, diantaranya hipoglikemia yang khususnya membahayakan otak. Hal ini terjadi karena selama berpuasa, kontrol terhadap penyakit diabetesnya menurun.

Kehadiran aplikasi mRamadan diharapkan akan meminimalkan komplikasi yang terjadi pada penderita diabetes. Menurut salah seorang penderita diabetes tipe 1 di Senegal, Ndiaga Diop, 26, mRamadan terbukti menjadi alat yang berguna bagi penderita diabetes. “Setiap hari kami menerima pesan dengan nasihat apa yang harus atau tidak boleh dilakukan. Jadi ini hal yang baik dan benar-benar membantu,” ujarnya.

Beberapa pesannya termasuk mengingatkan agar penderita diabetes minum sekurangnya satu liter air pada waktu sahur, cara menyesuaikan waktu dan dosis pengobatan diabetes dan memperingati untuk tidak mengkonsumsi makanan yang terlalu manis seperti kurma sebagai menu buka puasa saat Ramadhan.

Setelah menunaikan ibadah puasa selama bulan Ramadhan, penderita diabetes yang menjadi partisipan tetap akan menerima pesan berisi berbagai nasihat untuk menjaga gaya hidup sehat dan aktif.

LEAVE A REPLY