FIFA World Cup Brazil 2014 merupakan ajang piala dunia sepakbola yang banyak menggunakan teknologi canggih seperti teknologi garis gawang (goal line). Namun tidak semua teknologi membawa hal positif di pertandingan sepakbola empat tahunan ini. Salah satunya gangguan sinar laser yang memecah konsentrasi kiper Rusia pada pertandingan hari Kamis kemarin melawan Algeria.

Fabio Capello, manajer tim kesebelasan nasional Rusia bahkan menyalahkan sinar laser berwarna hijau tersebut telah membuahkan hasil imbang (Rusia-Algeria 1-1) yang menyebabkan timnya terlempar dari turnamen Piala Dunia 2014, demikian dilaporkan The Verge (27/6/2014).

Rekaman video dengan jelas menampilkan wajah dan tubuh Igor Akinfeev, kiper Rusia, disoroti sinar laser hijau. Bahkan sesaat sebelum Algeria melakukan tendangan sudut yang membuahkan gol di menit ke 60, tampak sinar laser berwarna hijau menyoroti daerah dekat mata Akinfeev.

Meski cukup sulit untuk memutuskan seberapa besar efek sinar laser terhadap performa Akinfeev, namun sinar laser hijau tersebut memang membahayakan penglihatan manusia. Cahaya laser hijau diciptakan menggunakan sinar infrared (IR) yang tidak terlihat oleh mata manusia dan membahayakan penglihatan.

Cukup banyak alat tunjuk (pointer) laser yang menggunakan penyaring untuk menghentikan cahaya IR tersebut agar tidak mengganggu penglihatan seseorang, namun beberapa alat yang harganya murah tidak memiliki penyaring tersebut. Hasil penelitian dari National Institute of Standards and Technology dan University of Maryland menginformasikan bahwa pointer laser berharga US$15 dapat menghasilkan cahaya IR 10 kali lebih banyak dibanding cahaya hijau, yang cukup untuk merusak penglihatan sebelum seseorang berkedip.

Masalah pointer laser hijau ini memang seringkali mengganggu pertandingan sepakbola meskipun FIFA telah melarang penonton untuk menggunakannya. Cristiano Ronaldo pernah menjadi korban sinar laser di tahun 2013, sementara bintang sepakbola Argentina Lionel Messi terganggu oleh laser hijau di tahun 2011.

LEAVE A REPLY