Penarikan game Flappy Bird dari toko-toko aplikasi pada bulan Februari lalu mendorong munculnya ratusan game online sejenis. Namun ternyata game hasil kloning Flappy Bird tersebut sebagian besar dideteksi mengandung malware.

Menurut laporan yang dikutip dari USA Today (24/6/2014), perusahaan sekuritas komputer McAfee menemukan hampir 80% dari sejumlah game kloning Flappy Bird yang diteliti ternyata mengandung malware. Penelitian tersebut dilakukan di akhir Maret dengan melibatkan 300 game kloning Flappy Bird. Ternyata 238 game terdeteksi berbahaya.

Melalui game klon yang berbahaya tersebut, penjahat dunia maya mampu membajak ponsel pengguna dari jarak jauh untuk melakukan panggilan telepon tanpa ijin, mencuri data di daftar kontak dan menelusuri lokasi GPS terkini, demikian penjelasan McAfee.

Bahkan klon Flappy Bird tersebut juga memungkinkan penyerang membangun akses root untuk mengontrol tanpa hambatan atas apapun yang ada di perangkat, termasuk merekam, mengirim atau menerima pesan SMS.

Menurut para analis, masalah yang ditimbulkan oleh kandungan malware di klon Flappy Bird tersebut lebih berbahaya bagi pengguna perangkat Android dibandingkan iOS. Hal tersebut ditengarai karena Android merupakan sistem operasi open source.

SHARE

LEAVE A REPLY