Jakarta – Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta bekerjasama dengan Southeast Asia Technology and Transparency Initiative-(SEATTI), Daily Social dan World Wide Web Foundation, selama 2 hari yaitu tanggal 26 April – 27 April 2014 menyelenggarakan Hackathon Jakarta (#HACKJAK).

Acara Hackathon Jakarta yang bertempat di Hotel Harris, bilangan Tebet, Jakarta diikuti oleh 200 pengembang aplikasi dari seluruh Indonesia dengan tujuan menghasilkan prototype aplikasi teknologi berbasis web untuk memantau transportasi umum dan anggaran DKI Jakarta 2014.

Sebagai dasar untuk membuat aplikasi, Pemprov DKI membuka data (Open Data) Jakarta yang berkaitan dengan trayek tranportasi umum darat termasuk beberapa koridor Busway dan data APBD DKI Jakarta 2014.

Deputi Gubernur DKI bidang Kebudayaan dan Pariwisata, Sylviana Murni, mengatakan pihaknya berharap para pengembang mampu membuat aplikasi yang menyajikan informasi berguna soal rute transportasi dan titik-titik kemacetan untuk masyarakat Jakarta dan sekaligus bisa mengawasi penyelenggaraan transportasi umum dan penggunaan anggaran Pemprov DKI.

Dari kompetisi Hackathon Jakarta (#HACKJAK) ini, pihak penyelenggara berharap bisa mendapatkan 20 aplikasi baru yang kemudian akan disaring menjadi 10 terbaik dan nantinya akan terpilih 4 pemenang.

Tentunya disediakan hadiah buat para pemenang Hackathon Jakarta (#HACKJAK), Jakarta Open Data Challenge pertama ini. Untuk 4 pemenang utama akan mendapat hadiah uang tunai, total nilai lebih dari Rp 50 juta.

Selain itu masih ada hadiah tambahan lainnya untuk beberapa kategori yang dilombakan.

SHARE

LEAVE A REPLY